Bersama dalam Islam

Ciri Wanita yang Disunnahkan untuk dilamar

Ciri Wanita yang Disunnahkan untuk dilamar

0

Jalinan Keluarga Dakwah – Dalam melamar, seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan beberapa sifat yang ada pada wanita yang akan dilamar, di antaranya:

1. Wanita itu disunnahkan seorang yang penuh cinta kasih. Maksudnya ia harus selalu taat kepada suaminya dan menjaga kecintaan terhadap suaminya, sementara suami pun memiliki kecenderungan dan rasa cinta kepadanya.

2. Disunnahkan pula agar wanita yang akan dilamar itu seorang yang banyak memberikan keturunan, karena ketenangan, kebahagiaan dan keharmonisan keluarga akan terwujud dengan lahirnya anak-anak yang menjadi harapan setiap pasangan.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda,

“Menikahlah dengan wanita-wanita yang penuh cinta dan yang banyak melahirkan keturunan. Karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian pada hari kiamat kelak.” (HR. Abu Dawud, an-Nasaa’i, al-Hakim, dan ia mengatakan “Hadits ini sanadnya shahih.)”

3. Hendaklah wanita yang akan dinikahi itu seorang yang masih gadis dan masih muda. Sebagaimana dalam beberapa hadits Rasulullah menganjurkannya.

4. Dianjurkan untuk tidak menikahi wanita yang masih termasuk keluarga dekat. Karena Imam Syafi’i pernah mengatakan, “Jika seorang menikahi wanita dari kalangan keluarganya sendiri, maka kemungkinan besar anaknya mempunyai daya pikir yang lemah.”

5. Disunnahkan bagi seorang muslim untuk menikahi wanita yang mempunyai silsilah keturunan yang jelas dan terhormat, karena hal itu akan berpengaruh pada dirinya dan juga anak keturunannya.

6. Hendaklah wanita yang dinikahi itu taat beragama dan berakhlaq mulia.

7. Selain itu, hendaklah wanita yang akan dinikahi adalah seorang yang cantik, karena kecantikan akan menjadi dambaan setiap insan dan selalu diinginkan oleh setiap orang yang akan menikah, dan kecantikan itu pula yang membantu menjaga kesucian dan kehormatan.

Sumber: Diringkas dari Syaikh Hassan Ayyub, Fiqh al-Usroh al-Muslimah, atau Fikih Keluarga, terj. Abdul Ghofar EM. (Pustaka Al-Kautsar), hlm. 29 – 43.

Leave A Reply

Your email address will not be published.