Dosa-Dosa Besar ke 4, Meninggalkan Shalat

Keluarga Dakwah  – Dosa-Dosa Besar ke 4, Meninggalkan Shalat

Allah Ta’ala berfirman,

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْئًا

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan, Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, Maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun,” (Maryam 59-60)

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

Ibnu Abbas: “Kata ‘adhaa’uuha’ (menyia-nyiakan) bukan berarti mereka meninggalkan shalat secara total, namun mereka mangakhirkan waktunya.”

Sa’id bin Musayyab, Imam para Thabi’in: “Artinya, bahwa seseorang tidak melaksanakan shalat Dzuhur hingga datang waktu shalat Ashar, tidak melaksanakan shalat Ashar hingga waktu Maghrib tiba, tidak shalat Mahgrib hingga Isya’ tiba, tidak shalat Isya’ hingga waktu Shubuh, dan tidak shalat Shubuh hingga terbit matahari. Barangsiapa meninggal sementara ia berbuat demikian dan tidak bertaubat, Allah menyediakan untuknya Ghayyun, sebuah lembah yang ada di neraka Jahannam yang sangat dalam dan busuk baunya.”

Allah ta’ala berfirman.

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ

“Dan tidak menganjurkan memberi Makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,” (Al-Ma’un: 3-4)

Sa’ad bin Abi Waqqash: “Yang dimaksud dengan ‘mengakhirkan waktu shalat,’ adalah menunda shalat hingga habis waktunya. Mereka dikatakan sebagai mushollun (orang-orang yang shalat) namun mereka menunda pelaksanaannya hingga habis waktunya. Allah menjanjikan kepada mereka WAIL, yakni siksaat yang sangat pedih.”

Konon ada yang mengartikan dengan sebuah lembah di nereka Jahannam yang jika gunung-gunung yang ada di dunia diceburkan di dalamnya akan meleleh karena panas yang amat sangat. Wail menjadi tempat bagi orang yang menyepelekan shalat dan menundanya, kecuali ia bertaubat kepada Allah dan menyesal atas segala keteledorannya.

Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Yang pertama dihisab dari seorang hamba dari amalnya pada hari Kiamat adalah shalat; jika benar shalatnya, ia beruntung dan selamat, dan jika kurang, ia menyesal dan merugi.” (HR Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

“Janji antara kami dan mereka adalah shalat, barang siapa meninggalkannya ia telah kufur.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)

Dan Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“(Batas) antara seorang hamba dengan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Nasa’i, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *