Bersama dalam Islam

Jangan Kau Rusak Keindahannya

Jangan Kau Rusak Keindahannya

0

Jalinan Keluarga Dakwah – Anak-anak kita bagaikan bunga-bunga kecil yang menghiasi keseharian kita dengan keindahan serta keharumannya. Namun terkadang sebagian orang tua ada yang menginjaknya tanpa menyadarinya, serta memotong dan merusaknya dengan prasangka bahwa dia sedang memperbaiki bentuknya.

Di antara fenomena yang paling sering terjadi yang dapat “merusak” anak adalah ketika seorang suami memisahkan istrinya di luar batas ruang tidur mereka. Dengan keyakinan bahwa hal ini akan membuat sang istri akan lebih menyadari ”kesalahannya”, namun tanpa disadarinya perbuatan tersebut telah “merusak” anak-anaknya.

Padahal Allah SWT telah memberi isyarat mengenai bagaimana memperlakukan istri yang melakukan nusyuz (pembangkangan). Bahwa terdapat tahapan-tahapan dalam menghadapi istri yang berlaku semacam itu, di mana salah satu tahapannya adalah “pisahkanlah mereka di tempat tidur”. Hal tersebut bukan sekedar dimaksudkan untuk menjaga keberlangsungan rumah tangga semata, namun juga untuk melindungi anak-anak dari gangguan psikologis serta kejiwaan mereka.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An Nisa ayat 34,

“…dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka…”

Dari ayat tersebut dapat kita simpulkan bahwa sebaiknya memisahkan istri adalah di tempat tidur mereka, jangan sampai keluar dari batas ruang tidur. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kemaslahatan-kemaslahatan rumah tangga yang lain, terutama yang berkaitan dengan anak. Jangan sampai anak mempunyai beban psikologis ketika mereka menyimpulkan bahwa sedang terjadi masalah antara ayah dan ibu mereka.

Seorang anak yang melihat ayahnya berpisah tidur dengan ibunya ketika terjadi masalah di antara mereka. Hal itu akan terekam dalam benaknya, dan dia akan mempunyai kecenderungan mengatasi masalah yang dihadapinya dengan menyendiri dan mengasingkan dirinya. Dan bisa jadi dia juga akan melakukan hal serupa ketika terjadi masalah antara dirinya dan orang tuanya.

Sayangnya efek negatif tersebut tidak berhenti sampai di sini, bahkan bisa saja merusak keluarga anak tersebut di masa mendatang. Seorang anak perempuan bisa jadi akan berlaku kasar dan menyuruh suaminya tidur di luar kamar ketika sedang marah, karena dia menyimpulkan bahwa ketika terjadi masalah rumah tangga suami pasti akan memisahkan istrinya dari tempat tidurnya. Maka dia pun mengawalinya agar tidak menjadi “korban” pemisahan tersebut.

 Kalaupun tidak seperti itu, bisa jadi anak tersebut menjadi orang yang selalu berkorban perasaan sepanjang hidupnya. Dia akan senantiasa berkompromi terhadap semua kesalahan suaminya, meskipun sejatinya suaminya benar-benar salah. Kini dirinya telah menderita semacam fobia terhadap segala jenis pertentangan serta perselisihan.

Begitupun dengan anak laki-laki, dia akan mengulangi perilaku ayahnya. Bahkan dia akan menganggap bahwa segala permasalahan suami istri hanya bisa diselesaikan dengan berpisah tempat tidur dengan istrinya.

Karena itu, hendaknya setiap ayah perlu menyadari bahwa anak-anak perlu mencintai dan menghormati mereka. Mereka perlu mendapatkan perasaan bahwa ayah mereka adalah pria yang berwibawa, seorang suami yang baik, serta contoh yang baik. Jangan sampai seorang anak mendapat gambaran yang tidak baik mengenai ayahnya.

Permasalahan suami istri hendaknya tidak perlu sampai ke telinga anak-anak agar tidak mengurangi rasa kepercayaan mereka terhadap orang tua.

Maka hendaknya seorang suami mentaati perintah Allah SWT termasuk dalam menghadapi istri yang berlaku nusyuz, yaitu cukup memisahkannya dari tempat tidur mereka di ruang tidur mereka. Jangan sampai keluar dari ruang tidur hingga anak-anak mereka mengetahuinya.

Hal ini juga menjadi isyarat bagi para pasutri agar sebisa mungkin menyelesaikan segala perselisihan dan pertentangan di kamar tidur mereka. Jangan sampai anak-anak menjadi berkurang rasa cinta dan rasa hormatnya kepada salah satu orang tuanya ketika melihat mereka berselisih. Karena hal ini sama saja dengan merusak keindahan bunga-bunga kecil yang senantiasa menghiasi keseharian kita tadi.

-Disadur dari artikel berjudul “اهجرها في المضجع ولا تقتل أبناءك” tulisan Ustadz Ridha Al Junaidi (alukah.net)-

Leave A Reply

Your email address will not be published.