Bersama dalam Islam

Keutamaan Infak Di Jalan Allah

0

Keluarga Dakwah – Keutamaan Infak Di Jalan Allah

? Allah ta’ala berfirman

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al-Baqarah: 261)

Allah memotifasi orang-orang yang beriman untuk menafkahkan hartanya di jlan Allah demi mengharap ridho-Nya (dalam haji, jihad, zakat dan sedekah). Allah membuat perumpamaan tanaman yang ditumbuhkan Allah dan amal shaleh bagi pelakunya. Sebagaimana tanaman tumbuh bagipenanamnya, demikian pula dengan amal shaleh. Allah akan melipatgandakan pahala bagi siapa saja yang Dia kehendaki dari para hamba-Nya. Allah akan menambahkan amalnya tanpa batas sesuai dengan keikhlasan hamba. Allah Mahaluas karunia-Nya, tiada yang dapat membatasi pemberian-Nya. Dia Maha Mengetahui siapa saja yang layak dan tidak atas pelipatgandaan ini. (As’ad Haumad, Aisar At-Tafasir. I/268)

? Allah ta’ala berfirman:

لَٰكِنِ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ جَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ ۚ وَأُولَٰئِكَ لَهُمُ الْخَيْرَاتُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.(QS.At-Taubah 88)

Bila orang-orang munafik meninggalkan jihad, maka Rasulullah dan orang-orang beriman akan tetap berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka. Allah menjanjikan banyak kebaikan bagi mereka di dunia yakni memperoleh kemenangan, penghapusan kekufuran, meninggikan kalimat Allah dan menikmati ghanimah (harta rampasan perang). Sedangkan kebaikan di akhirat, dijanjikan dengan ridha Allah dan surga.

Bagi orang yang beriman yang iklas dan berjihad maka Allah telah mempersiapkan balasan , yakni surga yang sungai-sungai mengalir dibawahnya, itulah kemenangan yang besar. (As’ad Haumad, Aisar At-Tafasir. I/1324)

? Hadist

Abu Mas’ud Al-Anshari radhiallahu ‘anhu berkata ,” Ada seorang laki-laki datang membawa unta yang diberi tanda di kepalanya, seraya berkata, “Ini untuk di jalan Allah.” Rasulullah bersabda “Dengannya pada hari kiamat engkau akan mendapatkan 700 unta, semua diberi tanda” (HR. Muslim no 1892)

? Hadist

Abu Kurairah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa rasulullah bersabda, “Barang siapa menginfakkan dua pasang harta di jalan Allah akan dipanggil di surga. Wahai Abdullah, ini lebih baik. Barang siapa ahli shalat maka dipanggil dari pintu shalat. Barang siapa ahli jihad maka dipanggil dari pintu jihad. Barang siapa ahli sedekah maka dipanggil dari pintu sedekah. Barang siapa ahli puasa maka dipanggil dari pintu Ar-Rayyan”

Abu bakar Ash-shidiq kemudian berkata, “Wahai Rasulullah. tak seorangpun yang keberatan bila dipanggil dari pintu-pintu. Namun, adakah seseorang yang dipanggil dari semua pintu tersebut?” Rasulullah menjawab, “Ya (ada), aku berharap engkau diantara mereka (yang dipanggil dari semua pintu).” (HR. Bukhari no 1897 dan Muslim no 1027)

?KEUTAMAAN INFAQ DI JALAN ALLAH?

?Dilipatgandakan pahalanya

?Mendapat banyak kebaikan, kemenangan, penghapusan dosa, ghanimah (harta rampasan perang), keridhaan Allah dan surga.

?Orang yang menginfakkan satu untanya di jalan Allah kelak akan mendapat balasan 700 unta di akhirat.

?Ketika masuk surga akan dipanggil ddari pintu khusus bagi orang yang bersedekah.

SERI KAJIAN SHAHIH FADHILAH AMAL # 24

(SHAHIH FADHILAH AMAL, Syaikh Ali bin Nayif Asy-Syuhud. Halaman 97 – 100. Penerbit Aqwam)

Leave A Reply

Your email address will not be published.