Bersama dalam Islam

Nasehat-Nasehat Seputar Pernikahan

Nasehat-Nasehat Seputar Pernikahan

0

Jalinan Keluarga Dawkah – Penikahan sejatinya adalah hal yang biasa-biasa saja. Setiap manusia berakal sehat dan telah mencapai rentang usia tertentu dalam hidupnya, pasti akan mulai berpikir untuk mencari lawan jenis yang pantas untuk dijadikan pasangan hidupnya.

من اسنطاع منكم الباءة فليتروج

“Barangsiapa di antara kalian mampu nafkah baik lahir maupun batin maka menikahlah.” (HR Bukhari)

Dan pernikahan juga merupakan penyatuan antara dua insan yang berbeda baik jenis kelamin, fisik, jiwa, serta isi kepala. Karena perbedaan sangat mendasar yang dimiliki keduanya itu, maka diperlukan sikap lapang dada serta sikap rendah hati demi tercapai sebuah kesepakatan yang menyenangkan kedua belah pihak baik suami maupun istri.

Bagi seorang muslim yang telah melakukan pernikahan, tentunya ada beberapa tuntunan ataupun rambu-rambu syariat yang perlu diperhatikan. Agar kelak apapun kesepakatan yang dibuatnya bersama pasangan selalu dalam keridhaan Allah SWT, dan agar kelak segala sesuatu yang akan dilakukan dalam kehidupan berumah tangganya akan bernilai ibadah di mata Allah SWT.

Karena itu Rasulullah SAW tak lupa memberikan nasehat-nasehat seputar kehidupan berumah tangga demi mempermudah setiap pasangan untuk mewujudkan apa disebut sebagai sakinah, mawaddah, wa rahmah.

  • Seorang suami harus menyadari bahwa istrinya merupakan seorang wanita yang tercipta dari tulang rusuk yang bengkok.  Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

إن المرأة خلقت من ضلع لن تستقيم لك على طريقة فإن استمتعت بها استمتعت بها وفيها عوج وإن ذهبت تقيمها كسرتها وكسرها طلاقها

“Sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, ia tidak bisa lurus untukmu di atas satu jalan. Bila engkau ingin bernikmat-nikmat dengannya maka engkau bisa bernikmat-nikmat dengannya namun padanya ada kebengkokan. Jika engkau memaksa untuk meluruskannya, engkau akan memecahkannya. Dan pecahnya adalah talaknya.” (HR Muslim)

Tulang rusuk di sini bukanlah makna yang hakiki, melainkan majazi, di mana dasar kepribadian seorang wanita itu seperti tulang rusuk. Apabila dibiarkan, terlalu dimanjakan, dituruti segala permintaanya, bahkan terkadang ada beberapa suami yang mencapai taraf takut istri, di mana segala urusan rumah tangga diputuskan oleh istrinya, maka dia akan mendapati berbagai kerusakan dalam kehidupan rumah tangganya.

Namun sebaliknya apabila dia terlalu keras, terlalu menekan istrinya, maka dia akan mendapati bahwa pada suatu saat istrinya akan mencapai batasan kemampuannya dan menyerah kalah.

Maka dari itu diperlukanlah sebuah keseimbangan dan kesabaran, jangan terlalu dimanja, tapi juga jangan terlalu keras. Ataupun keraslah pada beberapa momen atau saat yang tepat, namun jangan lupa mengapresiasi setiap kebaikan istri kita. Dan kita semua yang menikah tahu bahwa keseimbangan dan kesabaran itu sulit, tapi apa menariknya kehidupan tanpa kesulitan, justru kesulitan-kesulitan yang kita hadapi itulah yang akan menjadi lahan amal ibadah kita di dunia ini.

  • Perlu diketahui bahwa

الدنيا متاع وخير متاعها المرأة الصالحة

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.” (HR Muslim)

Lalu apabila dihubungkan dengan pernikahan maka bagaimanakah istri yang shalihah itu. Pada suatu hari ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah SAW, bagaimana wanita yang palik baik untuk dijadikan istri?” Rasulullah SAW bersabda,

التي تسره إذا نظر إليها وتطيعه إذا أمر ولا تخالفه في نفسها ولا في ماله بما يكره

“Yang tatkala engkau melihatnya engkau merasa senang, mentaati suami jika diperintah, serta menjaga dirinya dan harta suaminya.”  (HR Ahmad)

  • Karena seorang istri mempunyai karakter atau kepribadian seperti tulang rusuk, biasanya mereka mempunyai sebuah kebiasaan yang terkadang agak merugikan suami, yaitu ketika sedang memuncak emosinya dia lupa akan semua kebaikan suaminya, seolah-seolah suaminya tidak pernah berbuat kebaikan sekali pun.

Nabi SAW sangat mewanti-wanti para muslimah agar tidak terjerumus pada perilaku ini, beliau bercerita dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim :

أريت النار فإذا أكثر أهلها النساء يكفرن قيل : أيكفرن بالله؟ قال: يكفرن العشير ويكفرن الإحسان

“Telah diperlihatkan kepadaku neraka dan mayoritas penghuninya adalah wanita yang di mana mereka telah ingkar. Lalu ada yang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Apakah mereka mengingkari Allah SWT?” Rasulullah SAW menjawab, “Tidak, tetapi mereka telah mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya.”

Dan di dalam hadits Rasulullah SAW juga menggambarkan bahwa salah satu ciri istri yang durhaka adalah yang berkata kepada suaminya “Aku sama sekali tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu.”

Lalu Rasulullah juga menyampaikan dalam hadits lainnya,

لا ينظر الله إلى امرأة لا تشكر لزوجها

“Allah SWT tidak akan melihat seorang istri yang tidak mau berterima kasih kepada suaminya.” (HR An Nasai)

Demikianlah beberapa nasehat seputar pernikahan yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat dan dapat membantu setiap pasangan untuk mewujudkan sebuah tatanan keluarga yang senantiasa diridhoai Allah SWT.

Wallahu a’lamu bisshowab

Leave A Reply

Your email address will not be published.