Puasa Asyura Tidak Menghapus Kecuali Dosa-dosa Kecil

Keluarga Dakwah – Yang Allah ampuni / hapus dosa melalui puasa hari Asyura tidak dapat menghapus kecuali dosa-dosa kecil. Sementara dosa besar dibutuhkan taubat nasuha.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Terdapat (hadits) shahih dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda, puasa hari Arafah dapat menghapus dua tahun, dan puasa hari Asyura dapat menghapus satu tahun, akan tetapi penyebutan secara umum bahwa ia dapat menghapuskan, hal itu tidak harus menghapus dosa-dosa besar tanpa taubat. Karena Nabi sallallahu alaihiwa sallam bersabda dalam shalat Jumat ke jumat, Ramadan ke Ramadan dapat menghapus dosa diantara keduanya kalau menjauhi dosa besar. Dan diketahui bahwa shalat itu lebih agung dibandingkan puasa dan puasa Ramadan itu lebih agung dibandingkan puasa Arafah, tapi dia tidak dapat menghapuskan dosa kecuali dengan menjauhi dosa besar sebagaimana Nabi sallallahu aliahi wa sallam memberi batasan. Bagaimana seseorang menyangka bahwa puasa sunah sehari atau dua hari dapat menghapuskan (dosa) zina, mencuri, meminum khamar, judi, sihir dan semisalnya? Hal ini tidak mungkin.” (Fatawa Misriyah, 1/254).

Ibnu Qoyyim rahimahullah juga mengatakan, “Sebagian mengatakan, hari Asyura dapat menghapus seluruh dosa, sementara puasa Arafah sebagai tambahan pahala. Orang tertipu ini tidak mengetahui bahwa puasa Ramadan dan shalat lima waktu itu lebih agung dan mulia dibandingkan puasa hari Arafah dan hari Asyura. Ia dapat menghapus di antara keduanya apabila menjauhi dosa-dosa besar. Maka Ramadan ke Ramadan, Jumat ke Jumat tidak mempu menghapus dosa kecil kecuali disertai dengan menggabungkan meninggalkan dosa-dosa besar. Sehingga gabungan dari keduanya mampu menghapus dosa-dosa kecil. Bagaimana puasa sunah dapat menghapus semua dosa besar yang dilakukan oleh seorang hamba terus menerus tanpa bertaubat? Hal ini mustahil.

Tidak tertutup kemungkinan bahwa puasa Arafah dan hari Asyura dapat menghapus seluruh dosa semuanya secara umum, sehingga dia termasuk nash-nash yang mengandung janji kebaikan dengan ketentuan ada syarat dan penghalang, yaitu apabila seseorang terus menerus melakukan dosa besar hal itu dapat menjadi penghalang bagi terhapusnya dosa. Kalau tidak terus menerus melakukan dosa besar, membantu dapat membantu menghapus secara umum. Sebagaimana Ramadan dan shalat lima waktu disertai menjauhi dosa besar. Keduanya saling membantu untuk menghapuskan dosa-dosa kecil. Allah Subhanahuh wata’ala juga berfirman:

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ (سُورَةُ النِّسَاءِ: 31)

“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil).” (QS. An-Nisaa’: 31)

Semoga Allah menjaukan kita dari dosa-dosa besar, menghapuskan dosa-dosa kita dan meneria

Puasa Asyura Tidak Menghapus Kecuali Dosa-dosa Kecil, Adapun Dosa Besar Hanya Terhapus Dengan Bertaubat. Semoga Allah memudahkan kita untuk selalu istiqomah di jalan-Nya. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *