Bersama dalam Islam

Syariat Khitan dan Kedudukannya Sebagai Fitrah Manusia

Syariat Khitan dan Kedudukannya Sebagai Fitrah Manusia

0

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda :

الفطرة خمس الختان, والاستحداد. وقص الضارب, وتقليم الأظفار, ونتف الإبط

“Fitrah (pada manusia) ada lima : khitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR Bukhari Muslim)

Hadits tersebut menyebutkan bahwa ada lima hal yang menjadi fitrah. Fitrah itu sendiri merupakan ajaran agama Nabi Ibrahim AS, fitrah merupakan perkara-perkara yang diperintahkan oleh Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS, Fitrah merupakan kalimat-kaliamat yang diujikan Allah SWT kepada beliau.

Imam Abdurrazaq menyebutkan dalam tafsirnya, beliau meriwayatkan dari Ma’mar dari Thawus dari Bapaknya dari Ibnu Abbas RA, tentang firman-Nya:

وَإِذِ ابْتَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan),”(Al Baqarah : 124)

Ibnu Abbas berkata, Allah SWT menguji Ibrahim AS kesucian; lima di bagian kepala dan lima di badan. Lima perkara di kepala yaitu, mencukur kumis, berkumur-kumur, menghirup air lewat hidung, bersiwak, dan membersihkan kepala. Sedangkan lima perkara di badan adalah, memotong kuku, mencukur rambut kemaluan, khitan, mencabut bulu ketiak, bersuci ketika buang air besar maupun kecil dengan air.

Imam Ibnul Qayyim dalam Tuhfatul Maudud Biahkamil Maulud menyatakan bahwa fitrah dibagi menjadi dua bagian, yang pertama adalah fitrah yang berhubungan dengan hati manusia, yaitu ma’rifat kepada Allah, cinta kepada Allah dan mendahulukan-Nya daripada selain-Nya. Lalu yang kedua, fitrah amaliyah, sebagaimana amalan-amalan yang telah disebutkan di atas.

Fitrah yang pertama adalah fitrah yang menyucikan hati dan jiwa manusia sedangkan yang kedua adalah yang menyucikan anggota badan. Keduanya saling membantu dan saling menguatkan satu sama lain.

Dan fitrah badan yang paling utama adalah khitan. Pada dasarnya, latar belakang disyariatkannya khitan adalah untuk menyempurnakan ajaran agama. Ketika Allah SWT berjanji kepada Ibrahim AS untuk menjadikannya sebagai pemimpin bagi manusia, dan juga berjanji akan menjadikan para raja dan nabi-nabi dari keturunannya, maka Allah SWT juga mengabarkan bahwa khitan akan menjadi tanda perjanjian antara diri-Nya dengan anak keturunan Ibrahim. Khitan menjadi pertanda atau simbol masuknya seseorang ke dalam agama Ibrahim AS.

Allah SWT menjadikan khitan sebagai tanda pengenal orang-orang yang berafiliasi kepada-Nya dan mengikuti ajaran agama-Nya. Allah SWT menjadikan khitan sebagai tanda pengenal bag orang-orang yang menisbatkan agama dan ibadahnya kepada-Nya. Bahkan, seandainya ada seseorang yang tidak diketahui agamanya, maka khitan akan menjadi tanda pengenal bahwa agama yang ia peluk adalah Islam.

Di samping sebagai tanda pengenal bagi pengikut agama Ibrahim. Hikmah lain dari khitan adalah mensucikan diri, membersihkan kotoran, mempercantik penampilan, memperindah bentuk, dan menstabilkan nafsu syahwat. Karena ketika syahwat manusia tidak terkendali maka dia akan berperilaku seperti binatang, adapun ketika syahwatnya tidak ada sama sekali maka manusia tak ubahnya seperti benda mati.

Wallahu a’lamu bisshowab

Leave A Reply

Your email address will not be published.