
Bisa-bisanya… kita manusia menjauh dari Yang Maha Pemberi Rezeki, dengan alasan sedang mencari rezeki?
Kita rela meninggalkan shalat karena pekerjaan. Sibuk mengejar dunia sampai lupa menghadiri majelis ilmu. Bangun pagi untuk mencari uang, tetapi berat bangun untuk menghadap Allah. Kita takut kehilangan pekerjaan, tetapi tidak takut kehilangan keberkahan.
Padahal siapa yang sebenarnya memberikan rezeki?
Allah ﷻ berfirman:
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
“Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang menjamin rezekinya.”
(QS. Hud: 6)
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ
“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung.”
(HR. Tirmidzi, no. 2344)
Burung tetap keluar mencari makan, tetapi hatinya tidak bergantung kepada makanan. Ia mengambil sebab, namun rezekinya tetap ia sandarkan kepada Allah.
Begitu pula kita. Bekerjalah, berdaganglah, berusahalah. Tetapi jangan sampai kesibukan mencari rezeki membuat kita meninggalkan Zat yang memiliki seluruh rezeki.
Sebab yang paling menyakitkan bukan ketika rezeki sedikit.
Tetapi ketika kita mendapatkan dunia, sementara hubungan kita dengan Allah semakin jauh.
Jangan sampai kita sibuk mengejar rezeki, tetapi justru kehilangan keberkahan rezeki itu sendiri. [@arrahman.or.id]