• Memanggil Suami dengan “Jiwaku”

    Memanggil Suami dengan “Jiwaku”

    Keluarga Dakwah – Bolehkah aku memanggil suamiku dengan “ruuhii (jiwaku)” atau perkataanku kepadanya , “Aku tak ‘kan sanggup hidup tanpamu”? Perlu diketahui bahwa aku mengucapkan perkataan tersebut semata sebagai tanda cinta dan perhatianku kepadanya. Jawaban: Alhamdulillah. Panggilan istri kepada suaminya “ruuhii (jiwaku)” atau perkataan “aku tak ‘kan sanggup hidup tanpamu” tidak mengapa dilakukan – insyaallah…

    Continue Reading

  • Sikap Istri yang Mendapat Perlakuan Kurang Baik oleh Suami

    Sikap Istri yang Mendapat Perlakuan Kurang Baik oleh Suami

    Keluarga Dakwah – Nasehat syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah yang pernah ditanya oleh pasutri untuk lebih menjaga keutuhan rumah tangga serta mampu bersikap bijak saat badai mengguncang. Beliau ditanya: Saya sudah menikah 25 tahun dan memiliki beberapa anak. Akhir-akhir ini saya ada masalah dengan suami. Dia sering melecehkan saya di hadapan anak-anak dan keluarga…

    Continue Reading

  • Menjanda atau Menikah Lagi Lebih Utama

    Menjanda atau Menikah Lagi Lebih Utama

    Keluarga Dawkah – Yang lebih utama bagi wanita tersebut itu berbeda-beda sesuai dengan kondisi masing-masing wanita tersebut. Jika wanita tersebut masih muda, masih memiliki syahwat biologis, khawatir terjadi fitnah pada dirinya (yaitu zina), dan masih membutuhkan suami yang bisa menjaga kehormatannya dan mencegahnya dari zina, maka dalam kondisi semacam ini, hendaknya wanita tersebut menikah dengan…

    Continue Reading

  • Tanggung Jawab Suami yang Shaleh Itu

    Tanggung Jawab Suami yang Shaleh Itu

    Keluarga Dakwah – Salah satu tanggung jawab dari seorang suami itu adalah apa yang terdapat dalam firman Allah dalam surat at-Tahrim ayat 6. Allah Ta’ala berfirman : .  يَاأَيَّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا قُوْا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيْكُمْ نَارًا .  “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka ….” (QS. At-Tahrim : 6) .  Adapun tafsir…

    Continue Reading

  • Menjadi Ibu yang Baik

    Menjadi Ibu yang Baik

    Keluarga Dakwah –  Muhammad Quthb berkata, “Seorang anak yang rusak masih bisa menjadi baik selama ia pernah mendapatkan pengasuhan ibu yang baik. Sebaliknya, ibu yang rusak akhlaknya hanya akan melahirkan generasi yang rusak pula akhlaknya.” Abul Aswad Ad-Duaili berkata kepada anak-anaknya, “Sungguh aku telah berbuat baik kepada kalian sejak kalian masih kecil hingga kalian dewasa…

    Continue Reading

  • Nasehat untuk Pasutri

    Nasehat untuk Pasutri

    Keluarga Dakwah – Asy Syaikh Muqbil Bin Hadi Rahimahullah mengatakan, “Kebahagiaan antara suami istri tidak akan terwujud kecuali dengan saling bersabarnya mereka berdua terhadap keluarganya yang lain, saling tolong menolong mereka dalam kebaikan, serta dalam mendidik anak-anak mereka” (Anaqidul Karamah, halaman 77). Sungguh petuah penuh hikmah agar pasutri mampu menikmati sensasi kebahagiaan sejati yang dikaruniakan…

    Continue Reading

  • Lembut dalam Keluarga

    Lembut dalam Keluarga

    Keluarga – Bersikap lembut kepada isteri dan anak-anak merupakan salah satu faktor yang bisa menebarkan iklim kebahagiaan dan eratnya hubungan baik di tengah keluarga. Karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehati Jabir agar menikahi wanita yang masih perawan. Beliau mengatakan: “Kenapa (tidak engkau pilih) perawan (sehingga) engkau bisa mencandainya dan dia mencandaimu, dan engkau…

    Continue Reading

  • Menjadi Ibu yang Baik

    Menjadi Ibu yang Baik

    Keluarga Dakwah – Muhammad Quthb berkata, “Seorang anak yang rusak masih bisa menjadi baik selama ia pernah mendapatkan pengasuhan ibu yang baik. Sebaliknya, ibu yang rusak akhlaknya hanya akan melahirkan generasi yang rusak pula akhlaknya.” . Abul Aswad Ad-Duaili berkata kepada anak-anaknya, “Sungguh aku telah berbuat baik kepada kalian sejak kalian masih kecil hingga kalian…

    Continue Reading

  • Nafkah dan Tempat Tinggal untuk Wanita yang Ditalak

    Nafkah dan Tempat Tinggal untuk Wanita yang Ditalak

    Keluarga Dakwah – Ada empat keadaan wanita yang ditalak, terkait dengan hak nafkah dan tempat tinggal: Pertama, wanita yang ditalak dengan talak raj-‘i (talak yang masih memungkinkan untuk rujuk) Pada keadaan ini, wanita berhak mendapatkan tempat tinggal dari suaminya selama menjalani masa ‘iddahnya. Allah berfirman : يَأَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَآءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّ تِهِنَّ وَأَحْصُوا…

    Continue Reading

  • Terlalu Cinta

    Terlalu Cinta

    Keluarga Dakwah – Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: وَلَنۡ تَسۡتَطِيۡعُوۡۤا اَنۡ تَعۡدِلُوۡا بَيۡنَ النِّسَآءِ وَلَوۡ حَرَصۡتُمۡ فَلَا تَمِيۡلُوۡا كُلَّ الۡمَيۡلِ فَتَذَرُوۡهَا كَالۡمُعَلَّقَةِ ؕ وَاِنۡ تُصۡلِحُوۡا وَتَتَّقُوۡا فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوۡرًا رَّحِيۡمًا “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada…

    Continue Reading

Search

About

Lorem Ipsum has been the industrys standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown prmontserrat took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.

Lorem Ipsum has been the industrys standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown prmontserrat took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged.

Tags

Gallery