Ada anak sekitar 9 bulan lebih 30 tahun yang setiap hari mengejar banyak hal, sampai lupa dulu ada dua orang yang pelan-pelan melepaskan banyak hal untuknya.
Ayah yang menahan keinginan membeli sesuatu, supaya uang sekolahmu cukup. Ibu yang tidur paling akhir, lalu bangun paling awal, supaya harimu tetap berjalan.
Lihat, sekarang kamu tumbuh. Sibuk. Punya target. Punya tanggung jawab. Tidak ada yang salah dengan itu semua.
Tapi ternyata ada hal-hal yang mulai tidak kita sadari, kita mulai membalas pesan mereka seperti membalas notifikasi. Menjawab, “Nanti ya,” seolah waktu masih selalu tersedia. Menelepon sekadarnya, lalu buru-buru menutup karena ada urusan yang terasa lebih penting.
Padahal, yang mereka rindukan sering kali bukan uangmu. Bukan pencapaianmu. Bukan juga hadiah mahalmu.
Mereka hanya ingin tahu, di tengah hidupmu yang semakin penuh, apakah mereka masih punya tempat di hatimu?
Jangan sampai kita berhasil membuat banyak orang bangga, tetapi lupa menjaga hati dua orang yang dahulu paling bangga saat kita belum punya apa-apa.
Kirimkan postingan ini kepada saudara atau teman yang sudah terlalu sibuk. Bukan untuk menyindirnya, tapi mungkin ini bisa menjadi pengingat sebelum waktunya hanya tersisa untuk penyesalan.
📚Referensi: Artikel Muslim.or.id
Silsilah Faedah Hadits Adab dan Akhlak (2) : Ridha Orang Tua — Oleh Ustaz Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST.
[muslimorid]
https://whatsapp.com/channel/0029Vb3LMJ04o7qU6eFKpE11
━━━ === ❀✿❀ === ━━━










