TATA HATI, JANGAN MERASA LEBIH BAIK
Jangan terlalu sibuk melihat dosa orang lain sampai lupa memeriksa penyakit hati sendiri. Kita mungkin mengetahui kesalahan seseorang, tetapi kita tidak pernah tahu bagaimana ia menangis dalam sujudnya, bagaimana ia memohon ampun kepada Allah, dan bagaimana kerasnya ia berjuang meninggalkan maksiat.
Allah ﷻ berfirman:
فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ
“Janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.”
(QS. An-Najm: 32)
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan:
إِذَا قَالَ الرَّجُلُ: هَلَكَ النَّاسُ، فَهُوَ أَهْلَكُهُمْ
“Apabila seseorang berkata, ‘Manusia telah binasa,’ maka dialah yang paling binasa.”
(HR. Muslim)
Hati-hati. Dosa yang kita lihat pada orang lain bukan alasan untuk merasa lebih suci. Bisa jadi orang yang hari ini kita rendahkan justru lebih dekat kepada Allah karena taubatnya, sementara kita terjatuh dalam dosa yang lebih tersembunyi: ujub, sombong, merasa suci, dan merendahkan saudara sendiri.
Jangan ukur kemuliaan seseorang dari masa lalunya. Bisa jadi ia sedang memperbaiki diri dengan sungguh-sungguh, sedangkan kita justru sedang rusak karena merasa sudah baik.
Jaga hati. Nasihati jika mampu, doakan jika tidak mampu, dan jangan pernah merasa lebih baik dari siapa pun. Kita tidak tahu bagaimana akhir hidup kita. [@arrahman.or.id]
https://whatsapp.com/channel/0029Vb3LMJ04o7qU6eFKpE11
━━━ === ❀✿❀ === ━━━










